.
Berita Terkini :

Guru Aceh

.

Perangkat Pembelajaran

.

Trik Mengajar

.

Entri Populer

Open Recuitment Pengurus Aceh Mengajar

Selasa, 14 Mei 2013

Mohon Maaf Pendaftaran Telah Tutup

Bagi yang sudah Mendaftar jangan Lupa untuk melaksanakan Tes wawancara pada :
tanggal : rabu, 22 Mei 2013
pukul :14.00-18.00 WIB
Tempat : Lantai 1 Mesjid Jami' Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh.

Terimakasih.

Panpel    

FAQ Aceh Mengajar

Sabtu, 11 Mei 2013

  1. Apa itu Aceh Mengajar
Aceh Mengajar merupakan sebuah gerakan yang bertujuan mendidik adik-adik yang tidak sekolah maupun yang sekolah namun tidak memiliki cukup guru. Tenaga pendidik aceh mengajar benar-benar ikhlas dalam beramal kebajikan. Teringat hadits rasulullah, “… semua amalan akan terputus, kecuali sedekah jariyah, Ilmu yang bermanfaat, anak yang soleh yang mendoakan orang tuanya”
  1. Siapa saja yang boleh join bersama Ajar?
Siapa pun boleh gabung namun hanya pada sobat donator, untuk sobat pengajar dan sobat volunteer ada kriterianya, sobat pengajar tidak boleh merangkap menjadi sobat volunteer ataupun sebaliknya akan tetapi boleh bergabung menjadi sobat donatur juga.
  1. Apa perbedaan antara sobat pengajar dan sobat volunteer?
Sobat pengajar adalah ia yang memberikan pendidikan kepada masyarakat, akan tetapi jika volunteer adalah ia yang mencari berbagai macam keperluan mengajar. Seperti menerima bantuan buku dari masyarakat dan mengelola alat peraga untuk diberikan ke sobat pengajar.
  1. Bagaimana cara berpartisipasi di Aceh Mengajar?
Untuk tahap awal. Aceh mengajar akan membuka sobat pengurus di aceh mengajar. Setelah itu nanti ada oprec kegiatan untuk Sobat pengajarnya. Lalu, kita akan membuka sahabat donator, sahabat donator adalah ia yang memberikan berbagai bantuan kepada aceh mengajar. Seperti gerakan Rp. 1000 perbulan bagi sahabat donator.
  1. Dimana base camp  Aceh Mengajar?
Belum memiliki base camp yang tetap, karena secara struktural Aceh Mengajar masih belum ada ikatan resmi dari manapun. Namun ke depan Aceh mengajar tetap diupayakan legalitasnya kita lebih mengepankan aksi nyata.
  1. Dari mana saja sumber dana yang selama ini Ajar  pakai dalam mengadakan berbagai kegiatan?
Sampai saat ini belum ada sumber dana yang pasti untuk aceh mengajar sendiri. namun kedepan kita upayakan untuk gerakan Rp. 1000 perbulan bagi sahabat Aceh mengajar akan kita upayakan keberlangsungannya. Dan kedepan kami akan membuka bagi siapa saja dapat memberikan bantuan dana dan mereka akan tergabung dalam sahabat donator.
  1. Adakah hubungan antara Aceh Mengajar dengan Indonesia mengajar yang di gagas oleh Anies Baswedan, Ph.D?
Tidak ada, Aceh mengajar di bentuk salah satunya terinspirasi dari Indonesia Mengajar.
  1. Apa yang di dapatkan jika menjadi Sobat Pengajar?
Sobat Pengajar merupakan ujung tombak Aceh Mengajar dalam melaksanakan program Ajar Mendidik yang di terjunkan di sekolah binaan selama masa pengabdian. tentu banyak hal yang diberikan selama terjun seperti pelatihan-pelatihan oleh pemateri yang ahli di bidangnya. Apresiasi dari masyarakat dan Aceh Mengajar, dan pengalaman lain yang tentu tidak didapatkan jika tidak menjadi sobat pengajar baik di sekolah binaan maupun di kumpulan Anak-anak Pemulung atau anak yang tidak bersekolah.
    9.    Saya tertarik dengan program-program yang dijalankan Aceh Mengajar, Boleh tidak ya saya kerja sama?
Tentu boleh, dengan senang hati Aceh Mengajar akan menerimanya. Namun harus tetap mengikuti aturan dan etika kerja sama pada umumnya, seperti kerja sama yang sifatnya positif, ada komitmen dan saling menguntungkan.

Meet and Greet Valounter Aceh Mengajar

Jumat, 10 Mei 2013



Besok, tepatnya sabtu pukul 9.00-11.00 WIB akan ada acara meet and greet bersama volunteer Aceh Mengajar di kampus jantong hate rakyat Aceh. Acara ini bertujuan mempererat silaturrahmi sekaligus memupuk semangat para valounter yang sudah sangat dinanti-nantikan oleh volunteer sekalian. Acara ini akan diisi oleh Arif Zailani Siregar yang berlatar belakang alumni Forum Indonesia Muda 12.

Hubungi Kami

Rabu, 08 Mei 2013




Hubungi Kami
Gerakan Aceh Mengajar
Jalan Hamzah Fansuri. Darussalam, Banda Aceh, 23111

Atau hubungi kami lewat
  •   Email               : acehmengajar@gmail.com
  •  
  •   Telepon           : 085260522163 / 087890214862 (redha)
  •   Twitter             : @acehmengajar
  •   Facebook        : Aceh Mengajar


Jika anda ingin menanyakan seputar Aceh Mengajar ataupun anda ingin memberikan saran yang dapat memperbaiki kinerja kami kedepan, silakan menghubungi salah satu kontak kami yang di atas. Terimakasih.  

Pendidikan Dalam Kacamata Islam

Rabu, 12 September 2012


      “Ternyata bukan kita didunia ini saja yang bingung, bahkan malaikat pun bingung bagaimana cara mencegah tangan-tangan kotor bergelayutan dimuka bumi ini”. Tidakkah engkau melihat bahwa ada “sekelompok” orang yang bekerja disektor pengajaran? Dia telah melecehkan profesi yang mulia ini ketika dia menjadikannya sarana untuk mengeruk keuntungan materi. Sesungguhnya profesi mengajar jauh lebih tinggi dan mulia dari sekedar profesi resmi atau sumber penghidupan. Ia adalah pekerja mencetak generasi dan membangun umat. Memang hak setiap orang untuk mencari kehidupan yang layak dan mendapatkan sumber terhormat bagi rizkinya. Akan tetapi ini potret lain dari potret sebelumnya dimana pemiliknya melecehkan pengajaran. Ia tidak memilih profesi ini kecuali karena materi yang mengalir. Ambisi utama dan perhitungan pentingnya adalah untung rugi materi. Demikian pula dalam hal dorongan dan rintangan. Apakah orang yang pandangan dan ambisinya seperti ini bisa memikul amanat? Apakah orang macam begini bisa diberi amanat untuk membimbing generasi dan menuntun anak-anak muda?
            Guru yang menyalahkan zamannya, mengeluhkan nasibnya, tidak mengambil hak liburnya, maka para murid membuatnya beruban dan para orang tua melengkapi ketidak berdayaan anak-anak mereka. Guru bagi teman kita ini adalah orang yang bernasip paling buruk. Rekan-rekannya, sebagian dari mereka telah meraih kedudukan tinggi dan yang paling buruk nasibnya adalah yang bisa meminta izin kapanpun dia mau, hadir kapanpun dia mau, berinteraksi dengan kertas-kertas bisu, bukan dengan jiwa-jiwa yang beragam. Adapun dia hidup diantara kebisingan anak muda, teriakan anak-anak kecil, sesudah itu dia kembali ke pangkuan buku-buku tulis.
            Ini potret lain, meski berbeda dengan potret sebelumnya, dimana ia pesimis pada saat temannya optimis. Dia melihat dengan mata kerugian ketika temannya melihat dengan mata keberuntungan. Meski begitu dia tetap tidak mengenal kemuliaan mengajar, tidak berkompeten untuk mengarahkan. Hasil pendidikan seperti apa yang bisa diharapkan dari mereka?
            Melihat putra putri kaum muslim berenang di air kerusakan, terjerat jaring kemaksiatan, tetapi tidak ada sedikit pun dari dirinya yang tergerak atau semangatnya yang terpicu. Ini bukan urusannya, karena urusannya hanya mengajar, atau menerangkan komposisi sesuatu dan teori-teorinya atau membuka rumus-rumus. Bahkan dia bisa saja mengajar ilmu-ilmu agama dan pendidikan islam. Meski demikian, realita para siswa tidak penting baginya sedikitpun.
            Saya tidak mengerti pertimbangan apakah yang menguasai orang-orang seperti ini? Saya tidak mengetahui, mesti lebih heran dengan yang mana, realita anak-anak muda ataukah lemahnya pengajaran dan tidak aktifnya guru model ini?
            Guru ini memikul beban mengajar karena terpaksa, bukan karena pilihan sukarela. Dia tidak mendapatkan pekerjaan lain selainnya, atau karena ia ingin menetap didaerahnya. Inilah satu-satunya pilihan untuknya. Kondisinya seperti kata pepatah, ‘tidak ada rotan akarpun jadi’. Benar, termasuk haknya untuk memilih lahan pekerjaan. Akan tetapi orang seperti ini bisa jadi tidak memahami misi pengajaran dan kemuliaan pendidikan.
            Kita tidak ingin guru yang membuang dunia di belakang punggungnya, mentalaknya tiga kali dan tidak peduli kepadanya sama sekali, atau guru yang tidak pernah pisah dengan mihrab-nya atau guru yang tidak ada sesuatu pun –besar atau kecil- yang lepas darinya. Ini adalah potret yang tinggi, akan tetapi tidak untuk semua orang.
            Kita ingin seorang guru yang selalu optimis dalam meraih –sama dengan yang lain- sumber rezekinya. Kita berharap guru bukan hanya bisa mengajar, tetapi bisa mendidik anak-anak. Dia berpandangan bahwa dia pun berhak –sama dengan yang lain- menikmati keistimewaan-keistimewaan administrasi dan profesi. Akan tetapi semua keinginannya itu tidak berbalik menjadi tujuan pertama dan utama, satu-satunya tolak ukur dan pendorong penting bagi keputusan untuk meniti jalan pengajaran. Dia memilih jalan ini untuk berbakti kepada umat, mencetak generasi, dan mendidik tunas muda, menganggap mereka anak-anaknya, beginilah islam melirik makna dari pendidikan itu. Dia berpandangan bahwa usaha memperbaiki mereka adalah skala prioritas profesinya, dan mendidik mereka merupakan tanggung jawabnya. Dia menunaikan tugas-tugas pekerjaan dengan baik untuk bisa menikmati gajinya dengan halal. Walaupun demikian dia tetap akan memperoleh keistimewaan-keistimewaan materi sama dengan yang lain. Diapun bisa hidup tenang dan tentram.
            Padahal Rasulullah SAW telah bersabda, Ketika seseorang wafat dan berpindah untuk memetik amalnya, maka amalnya terputus. Kecuali tiga, “sedekah jariah atau ilmu yang bermanfaat atau anak yang shalih yang berdoa untuknya. Dan lebih takjubnya, bagian pahala seorang guru tidak hanya pada satu dari tiga diatas. Dia meraih semuanya, ya! ketiga-tiganya.
            Sesungguhnya para penguasa dunia, politikus besar, Orang tua yang mengajarkan sopan santun yang tinggi, tentara yang tetap sigap dalam menghadang musuh, da’i yang dikerumuni orang banyak. Tidak lain adalah hasil didikan sang pendidik yaitu guru. Mereka pasti melalui jenjang pendidikan panjang dan sulit. Para ustadz dan orang tua ikut juga berperan didalamnya, masing-masing guru memberi bekas pada salah satu sisi pemikiran mereka atau pada salah satu segi kepribadian mereka. Maka tak ayal bagi kita harus mengormati semua guru, walaupun ia guru Sekolah Dasar kita.
            Sesungguhnya para guru berkhidmat kepada seluruh manusia. Mereka meninggalkan bekas mereka disetiap lingkungan yang mereka terjuni. Sebagaimana pengaruh mereka terhadap kehidupan dan masa depan beberapa orang yang akan terus berlangsung bersama orang-orang tersebut bertahun-tahun, bahkan bisa selama hayat masih dikandung badan. Para guru itu berperan besar dalam mencetak kehidupan setiap orang yang pernah mengecap bangku sekolah. Para guru membentuk kepribadian para pemimpin masyarakat, para politikus, militer, pemikir dan para praktisi di bidang-bidang kehidupan yang lain.
            Menurut saya, engkaupun setuju bahwa gerbang pengaruh tidaklah terbuka bagi semua orang. Dan bahwasanya siapa yang gagal memberi pengaruh terhadap para siswa yang duduk di depannya, maka kata-katanya tidak akan melebihi ruang kelasnya.
            Alangkah tinggi derajat yang digapai oleh seorang guru, hingga Allah SWT bershalawat kepadanya, begitu juga malaikat-malaikat yang tidak pernah bermaksiat kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan, dan mereka mengerjakan apa yang diperintahkan kepada mereka. Begitu pula penduduk langit dan bumi. Ini adalah sesuatu yang diakui oleh semua orang. Apakah engkau tidak mendengar doa-doa tulus dari mulut orang-orang, ketika mereka menyimak seorang khatib atau da’i kepada kebaikan? Ia telah mengajarkan kepada mereka sesuatu yang tidak mereka ketahui atau mengingatkan mereka sesuatu yang mereka lupakan.
            Akan tetapi bagaimana menurutmu dengan orang yang menjadikan amanat kedudukan ini sebagai tangga menumpuk harta, sebagai sarana untuk mengeruk keuntungan materi. Dia tidak memiliki keikhlasan kepada Allah SWT. Dan dalam mengerjakan sesuatu kepada manusia dia tidak mencari ridha Allah. Menurutmu berhakkah dia memperoleh pahala ini?
            Guru adalah pemilik prosentase keutamaan-keutamaan terbesar. Dia termasuk penyeru kebaikan dan memulai sunnah yang baik. Bisa jadi ada sebuah kalimat yang engkau ucapkan, sementara engkau kurang begitu memperhatikan. Kalimat itu diterima oleh orang yang lebih paham tentangnya daripada dirimu, maka engkau pun memperoleh bagian pahalanya.
 

© Copyright Aceh Mengajar 2012 -2013 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.